MANUSIA dan KEHIDUPAN

1. Manusia dan Penderitaan

Definisi tentang Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.Penderitaan itu dapat lahir dan batin,atau lahir batin.
Baik dalam AL-Qur`an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia akan adannya penderitaan .Tetapi umumnya manusia kurang memperhartikan peringatan tersebut,sehingga manusia mengalami penderitaan.

B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani,dan juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
Di dalam kitab suci diterangkan jenis ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti,yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik,syirik,dengki,memfitnah,mencuri,makan harta anak yatim,dan sebagainnya.Antara lain ayat 40 surat Al Ankabut menyatakan:
“Masing-masing bangsa kami siksa dengan ancaman siksaan,karna dosa-dosanya.ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad,ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud,ada pula yang kami benamkan dengan siksaan-siksaan itu,Allah tidak akan menganiaya mereka,namun mereka jugalah yang menganiaya diri sendiri ,karna dosa-dosanya.

2. Manusia dan Keindahan

A.Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah ,artinnya bagus,permai,cantik,elok,molek,dan sebagainnya.Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,pemandangan alam,manusia,rumah,tatanan,perabot rumah tangga,suara,warna,dan sebagainnya.Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas,seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,sosial,dan budaya.karna itu keindahan dapat dikatakan,bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Keindahan juga bersifat universal,artinya tidak terikat oleh selera perseorangan,waktu dan tempat,selera mode,kedaerahan atau lokal.suatu konsep abstrak yantg tidak dapat dinikmatikarna tidak jelas.

Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.Untuk perbadaan ini dalam bahasa inggris sering dipergunakan istilah beuty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah).dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.
Terdapat perbedaan menurut luasnya pengertian yakni :
a. Keindahan dalam arti yang luas
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertia semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan.Aritoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti yang disebutnnya ’symmetris’ untuk keindahan berdasarkan pengeliatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik).
jadi pengertian keindahan yang selus-luasnnya meliputi:
~ Keindahan Seni
~ Keindahan Alam
~ Keindahan Moral
~ Keidahan Intelektual

3. Manusia Dan Cinta Kasih

A.Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta dan kasih ha,pir bersamaan sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.Karna itu cinta kasih dapat di artikan sebadai perasaan suka kepada seseorang yang di sertai dengan menaruh belas kasihan.

Pengertian tentang cinta di kemukakan jugaoleh DR Sarlito W.Sarwono.di katakanyanya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu Keterkaitan,keintiman,dan kemesraan.yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk anya bersama dia.segala prioritasuntuk dia,tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.

Unsur yang kedua adalah keintiman,yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Dan unsure yang ketiga adalah kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai,rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu,adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang dan setrusnya.

Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat,kecemburuannya besar,tetepi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar,karma tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan dan keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban,tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal dari pada partnernya.

manusia dan kebudayaan, marii dibahass ...

Mansia dan kebudayaan ya..
manusia itu, dapat kita ambil pegertiannya dalam beberapa lingkup pengetahuan :

dalam Ilmu Sosiologi : Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri.
dalam Ilmu Filsafat    : Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, disebut juga homo-humanus.
dalam   Ilmu Politik   : Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan.

dalam Ilmu Ekonomi : Manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,
dalam Ilmu Kimia     : Manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia.

dalam Ilmu Fisika     : Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi
dalam Ilmu Biologi   : Manusia merupakan makhuk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia.

Sedangkan unsur-unsur yang membangun manusia itu sendiri :

I ) MANUSIA TETRDIRI DARI 4 UNSUR YANG SALING TERKAIT :
* Jasad : berupa badan kasar manusia yang nampak luarnya dapat diraba difoto dan menempati ruang serta waktu
* Hayat : mengandung unsur hidup seperti, gerak
* Ruh    : daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran sebagai pusat lahirnya Kebudayaan
* Nafas :dalam pengertian diri atau keakuan , kesadaran tentang diri sendiri

II ) MANUSIA SEBAGAI KEPRIBADIAN YANG MENGANDUNG 3 UNSUR :

* ID :  merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
id merupakan energi psikis yang menunjukkan ciri alami, secara instingual menentukan proses ketidaksadaran.
Id terkait dengan struktur kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting dan dunia luar.

* EGO : disebut sebagai kepribadian eksekutif karena perannya dalam menghubungkan energi id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas. ego mengatur tingkah laku sehingga dorongan insting id dapat dipuaskan dengan cara yang diterima.

* SUPEREGO : merupakan struktur kepribadian yanng paling akhir. di umur sekitar 5 taun. superego terbentuk dari lingkungan external. berbeda dengan Id dan ego yang berkembang secara internal. Kode moral poritif disebut sebagai ego ideal, suatu perpaduan yang tepat bagi individu untuk dilakukan. Jadi, Superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman.

II ) HAKEKAT MANUSIA & YANG MEMBEDAKAN DENGAN MAKHLUK TUHAN LAINNYA


* Mahluk Ciptaan Tuhan Yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai suatu kesatuan yang utuh.
   Tubuh : merupakan materi fisik yang berbntuk konkrit namun tidak abadi.
   Jiwa : merupakan suatu penggerak dan sumber kehidupan yang bersifat abstrak dan abadi . ketika meninggal jiwa lepas meningglakan tubuh dan kembali ke asalnya yaitu tuhan dan tidak mengalami kehancuran.

* Mahluk Tuhan Yang sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya.

Kesempurnaan yang terletak pada adab dan budayanya manusia diciptakan beserta akal perasaan dan kehendak di dalam jiwa manusia sehingga manusia mampu menciptakan Ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menggunakan akal yang dimilikinya. perasaan dalam diri manusia terdapat dua macam. Perasaan Inderawi dan Rohani. Perasaan inderawi yang dimaksud adalah rangsangan jasmani melalui panca indera yang dimiliki baik manusia maupu binatang. sedangkan perasaan Rohani merupakan perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia . Seperti

a. Perasaan intelektual : perasaan mengenai pengetahuan.
b. Perasaan estetis       : Perasaan berkenan keindahan
c. Perasaan etis            : Perasaan mengenai kebaikan
d. Perasaan diri            : Perasaan mengenai kelebihan harga diri
e. Perasaan Sosial        : Perasaan berkenaan dengan kelompok bermasyarakat
f. Perasaan Religius     : Perasaan berkenaan agama dan kepercayaan

Dengan adanya kehendak, maka seseorang mampu menciptakan kebaikan

* MAHLUK BIOKULTURAL, yaitu mahluk hayati dan budayawi
Manusia merupakan mahluk saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, biokimia dsb. sedangkan sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kekerabatan , kemasyarakatan dan kesenian ekonomi, perkakas dsb.

* MAHLUK EKOLOGI SEBAGAI CIPTAAN TUHAN , memiliki kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.Hidup manusia memiliki 3 taraf yaitu: etis, estetis, serta religius . Semakin dekat seseorang dengan Tuhan semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh dia dari rasa kekhawatiran.

III ) Keperibadian Bangsa Timur

Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur. Padahal konsep itu berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajahi dunia, menguasai wilayah luas di Afrika, Asia dan Oseania, dan memantapkan pemerintah-pemerintah jajahan mereka dimana-mana. Semua kebudayaan di luar kebudayaan mereka di Eropa Barat disebutnya kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan mereka sendiri yang mereka sebut kebudayaan Barat.

Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, bisanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramahtamahan, dan gotong royong. Sedangkan kebudayaan Barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna), dan individualisme.
bagan psiko-sosiogram manusia



IV ) Pengertian kebudayaan

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan - kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

tokoh-tokoh :
 
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi maerumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
 
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan; sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga maksud pikiran.
 
Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya

A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan, bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
 
CA.Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

V) Unsur-unsur kebudayaan

7 unsur kebudayaan universal :

1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).

Merupakan produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar.

2.Sistem organisasi kemasyarakatan.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnyalemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3. Sistem pengetahuan.
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.

Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem Teknologi dan Peralatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat,manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.

6.Bahasa.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.

7. Kesenian.

Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan.


VI)  Wujud kebudayaan

Menurut dimensi wujudnya :

1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia  :
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup

2. Kompleks aktivitas :

Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial.

3.Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

VII) Orientasi Nilai Budaya

Menurut GKluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusi, yaitu :
  • Hakekat hidup manusia ( MH )
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern; ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, "mengisi hidup"

  • Hakekat karya manusia ( MK )
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

  •  Hakekat waktu manusia ( WM )
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang Kesemua unsur ini digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

  • Hakekat Alam Manusia (MA)

Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, namun ada pula kebudayaan yang beranggapan bahwa manusia harus harmonis dengan alam dan manusiapun harus menyerah kepada alam.

  •  Hakekat Hubungan Manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri/mementingkan kepentingan dirinya sendiri).

VIII) Perubahan Kebudayaan

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.


Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:

• tekanan kerja dalam masyarakat
• keefektifan komunikasi
• perubahan lingkungan alam

IX ) Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Jelas bahwa keduanya merupakan satu kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis (saling terkait satu sama lain). Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap, yaitu:


1 Eksternalisasi, yaitu proses di mana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunuanya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.

2 Obyektivasi, yaitu proses di mana masyarakat menjadi realitas obyejtif (kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.

3 Internalisasi, yaitu proses di mana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.


kayanya udah semua nih , cukuplah untuk nambah pengetahuan kita semua .
semoga bermanfaat ...









Pemahaman Awal Ilmu Budaya Dasar

ILMU BUDAYA DASAR

* Pengertian IBD

Pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di wilayahIndonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari kata "the Humanities".

Ilmu BUdaya dan pengetahuan budaya berbeda. Karena pengethauan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya.
Sedangkan Ilmu BUdaya dasar bukanlah ilmu tentang budaya melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan budaya.

* Tujuan IBD:

Dengan adanya mata kuliah IBD diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji masalah-masalh manusia dan kebudayaan.
Ilmu BUdaya Dasar merupakan salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan memperluas pemikiran serta kemampuan kritikal thdp nilai-nilai budaya.

Sehingga diharapkan :
1. pengusahaan dalam penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, agar mereka mampu menyesuaikan diri untuk beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya.

2. memperluas pandangan mahasiswa tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap persoalan-persoalan yang didalam keduanya.

3. Mengusahakan mahasiswa agar tidak jatuh dlam sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yg kuat.

4. mengusahakan wahana komunikasi akademisi agar mampu berdialog satu sama lain.


Pengelompokkan ILMU PENGETAHUAN:

Ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah

2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

3.Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

* PERSAMAAN & PERBEDAAN IBD dan IPS

* Persamaan IBD dan IPS
Ilmu BUdaya dasar dan ilmu penegetahuan social mempunyei persamaan dan perbedaan adapun persamaan antara keduanya adalah :
1. Keduanya merupkan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran dan bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri

2. Keduanya mempunyei materi-materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social.



* Perbedaan IBD dan IPS
Perbedaan diantara keduamya adalah adalah: Ilmu Budaya dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan ilmu social dasar diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan Ilmu social dasar merupakan salah satu mata kuliah tunggal, sedangkan ilmu penegetahuan social merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (Untuk sekolah lanjutan)
Ilmu budaya dasar diarahkan pada pembentukkan sikap dan kepribadian , sedangkan ilmu pengetahuan social diarahkan pada pembentukkan penegetahuan dan ktrampilan intelektual.

* RUANG LINGKUP:

Adapun ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar adalah:
a. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya

b. Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social.

Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan social. Bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat:

1). Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku
baik secara individual maupu kelompok.

2). Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.

c. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan
Category: 1 komentar

MASYARAKAT PEDESAAN dan PERKOTAAN

MASYARAKAT PEDESAAN

Pembentukan Sosialisme Kemasyarakatan – Pedesaan

Berat Pelaksanaan untuk merancang Keadaan Sosial – Masyarakat, didasarkan Politik Sosialisme, bermasalah, karena, Sumber sumber Alam, yang dipinta untuk Industrialisasi – Ekonomi, andaikan … Pemerintahan “adalah Kekuasaan”.


1. Alasan alasan Keuangan ;

2. Kemampuan kemampuan Pemerintahan “menguasai” atas Wilayah – Daerah ;

3. De – Politisasi Kekuatan Rakyat,


Sifat Kepatuhan samadengan Penghambaan, menundukkan Diri karena ada suatu Penguasaan, berdasarkan Pengkhianatan Terhadap Ideologis Kemanusiaan (di Negara), merusak Sosialisme di dalam Struktur Bangunan Sosial – Masyarakat.


Hak hak Manusia di dalam Masyarakat – Pedesaan untuk berkeluarga, mengerjakan Tani di atas Lahan lahan Pangan, bermukim, dilanggar. Rakyat pun hanya jadi Kumpulan Orang orang untuk melaksanakan Kepentingan kepentingan Perlabaan Individualisme, bersama Kapitalisme – Uang (Negara) dengan mempolitisir Hukum atas Kebangsaan. Makhluk makhluk Buatan Tanpa Rasa Sosial.- Kemanusiaan.


Maka, Dialektika – Logika Perekonomian – Sosial Rakyat, yang terproses untuk Kelas Masyarakat Pedesaan, menuntut Revolusi, diajukan dalam Keadaan Politik untuk suatu Kenegaraan Sosial.

HUBUNGAN MASYARAKAT PEDESAAN dan PERKOTAAN (ditinjau dari sosialisasi dan kebutuhannya)

1. secara umum, masyarakat desa lebih bersosialisasi dengan kepribadian yang sederhana, sedangkan masyarakat perkotaan sosialisasinya sudah kurang dan kepribadiannya beragam.

2.Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya. Lihat saja, kalau anda pergi ke suatu kampung, dan anda tanya sama seseorang siapa nama tetangganya, pasti dia hafal. Kalau di kota, kurang dapat bersosialisasi karena masing masing sudah sibuk dengan kepentingannya sendiri2.

Untuk kepribadian, orang desa lebih terkesan santai karena kerjanya tidak terlalu berat seperti orang kota. Orang kota kebanyakan sedikit stress karena banyaknya target / pencapaian yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Keduanya memangagak sulit untuk disatukan / disamakan.

3.Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang hierarki.

Pola interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal, sedangkan masyarakat perkotaan vertikal.

Pola interaksi masyarakat kota adalah individual, sedangkan masyarakat desa adalah kebersamaan.

Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan, sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.

4.PEdesaan perilaku sikap dijaga oleh masyarakat bersama dan masyarakat memiliki itikad untuk menjunjung tinggi norma" tersebut, sehingga antara satu sama lain saling menjaga, jika anak seseorang menyalahi aturan maka yang lain akan menegur dan itu dicontohkan secara turun temurun dari zaman nenek moyang hingga sekarang,

di perkotaan adabnya lain, lo elo, gue gue, kadang di komplek kecil aja, sebelah rumah g kenal siapa tetangganya.

Java MATIF

Nama File : relasinyoba.java
Fungsi Program : untuk menampilkan relasi suatu himpunan

Listing Program

* relasinyoba.java
*
* Created on December 12, 2009, 2:59 PM
package disguise;

/**
*
* @author Qurrota
*/
import java.io.*;
public class relasinyoba {
public static void main(String[] args) throws Exception
{
int i,j;
int [] k = new int[10];
int [] l = new int[10];
BufferedReader input =new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
System.out.print("Banyak Anggota Himpunan X Maksimal 10 :");
int x=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println("\n");

for(i=1;i<=x;i++) { System.out.print("Elemen himpunan X ke-"+i+" : "); int m=Integer.parseInt(input.readLine()); k[i]=m; } System.out.print("X={"); for(i=1;i<=x;i++) { System.out.print(k[i]); if(i!=x) System.out.print(","); } System.out.print("}"); System.out.println("\n\n"); System.out.print("Banyak Anggota Himpunan Y Maksimal 10 :"); int y=Integer.parseInt(input.readLine()); System.out.println("\n"); for(j=1;j<=y;j++) { System.out.print("Elemen himpunan Y ke-"+j+" : "); int n=Integer.parseInt(input.readLine()); l[j]=n; } System.out.print("Y={"); for(j=1;j<=y;j++) { System.out.print(l[j]); if(j!=y) System.out.print(","); } System.out.print("}"); System.out.println("\n\n"); System.out.println("Relasi yang mungkin :"); for (i=1; i<=x;i++) { for (j=1; j<=y;j++) { System.out.println("{"+k[i]+" , "+l[j]+"}"); } } System.out.println("\n Sifat Simetris Relasi :"); for (j=1; j<=y;j++) { for (i=1; i<=x;i++) { System.out.println("{"+l[j]+" , "+k[i]+"}"); } } }
Logika Program

• import java.io.*;
menunjukkan bahwa kita mengimport kelas Java IO .


• [public class relasinyoba
Merupakan bagian awal dalam mengawali pendefinisian kelas bernama relasinyoba. Pendefinisian kelas ini berupa suatu blok yang diawali symbol { dan diakhiri }.

Nama class main harus sama dengan namafile java, sehingga method main dapat dijalankan.



• public static void main(String[] args) throws Exception[/COLOR][/FONT]
public karena variabel dapat diakses semua kelas yang berisi variabel tersebut.

static yang menyertai metode ini menyatakan bahwa metode itu bersifat sama untuk semua instant class.

void main tidak ada parameter berkelas string yang gunanya untuk menangani sederetan huruf. Void berarti bahwa metode ini memberikan nilai balik.

args yang terletak sesudah kelas string itu menyatakan array dari objek string. String[]args, yang berada didalam kurung merupakan parameter atau argument

throws Exception menunjukkan bahwa jika terjadi error di dalam program, maka error tsb akan dilempar ke IO exception



int [] k = new int[10];
int [] l = new int[10];

pemberian nilai awal bahwa variabel i dan j bertipekan integer,
variabel k dan i menunjukkan deklarasi array bertipe data integer. Sedangkan angka 10 menunjukkan kapasitas array yang tersedia .


• BufferedReader input =new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
System.out.print("Banyak Anggota Himpunan X Maksimal 10 :");
int x=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println("\n");


Proses ini menunjukkan proses penginputan data dengan menggunakan BufferedReader dalam mendapatkan input di java yang nantinya akan dipergunakan dalam proses selanjutnya

“ input ” menunjukkan nama dari bufferedreader yang digunakan. Kemudian dilanjutkan dengan menampilkan informasi ke layar dari, banyak anggota himpunan x yang diinginkan dimana posisi kursor berada pada akhir baris

Elemen x merupakan hasil inputan keyboard dari banyak anggota himpunan x yang diubah menggunakan method.parseInt() yang bertipekan string ke data integer agar dapat dibaca.

\n : untuk mengenter ke baris bawah selanjutnya.



• [FONT="Courier New"][COLOR="DarkOrange"]for(i=1;i<=x;i++)
{
System.out.print("Elemen himpunan X ke-"+i+" : ");
int m=Integer.parseInt(input.readLine());
k[i]=m;



Menunjukkan proses perulangan for sehingga penggunaannya dapat menghemat penulisan program.

Dengan perulangan for ini bertujuan untuk mengulang statement “elemen himpunan x ke-“ untuk diisikan dengan variable i dari syarat yang telah ditentukan.

Syarat yang diinginkan adalah penentuan inisialisasi awal i dengan nilai 1, dimana kondisi/syaratnya harus <= x agar proses perulangan dapat dijalankan disertai pernyataan i++ yang menunjukkan penambahan looping bahwa variable counter kondisi i jika dijalankan akan bertambah satu untuk setiap stepnya.

Pengisian elemen k dari array i adalah m. Dimana nilai m yang bertipekan string diubah ke dalam integer dengan menggunakan metode parseInt(), dimana nilai m dimasukkan sebagai nilai input.


•System.out.print("X={");
for(i=1;i<=x;i++)
{
System.out.print(k[i]);
if(i!=x)
System.out.print(",");
}
System.out.print("}");
System.out.println("\n\n");


Menampilkan Himpunan X hasil dari penginputan ke layar yang terdiri atas beberapa elemen`, dalam satu rangkaian baris sesuai syarat perulangan dari i yang telah ditentukan.

Dalam pengisiannya dibutuhkan isi elemen k dari array i. dimana jika kondisi i tidak samadengan x, maka proses akan berhenti, dan kemudian dilanjutkan menampilkan keseluruhan dari himpunan x ke layar.

• System.out.print("Banyak Anggota Himpunan Y Maksimal 10 :");
int y=Integer.parseInt(input.readLine());
System.out.println("\n");

Menampilkan banyak anggota himpunan y yang diinginkan. Dimana y merupakan hasil inputan keyboard sebagai nilai dari input yang bertipekan integer.


•for(j=1;j<=y;j++)
{
System.out.print("Elemen himpunan Y ke-"+j+" : ");
int n=Integer.parseInt(input.readLine());
l[j]=n;


Menunjukkan proses perulangan sehingga penggunaannya dapat menghemat penulisan program.

Dengan perulangan for ini bertujuan untuk mengulang statement “elemen himpunan y ke-“ untuk diisikan dengan variable j dari syarat yang telah ditentukan.

Syarat yang diinginkan adalah penentuan inisialisasi awal j sama dengan 1, dimana kondisi/syaratnya <=x agar proses perulangan dapat dijalankan disertai pernyataan j++ yang menunjukkan penambahan looping bahwa variable counter kondisi j jika dijalankan akan bertambah satu untuk setiap stepnya.

Pengisian elemen l dari array j adalah n.
Dimana Nilai n berupa inputan keyboard dari data string ke integer dengan menggunakan metode parseInt(), dimana nilai n dimasukkan sebagai nilai input.

Menampilkan himpunan y dari hasil inputan elemen n sebelumnya. Dimana berlaku syarat dan ketentuan tertentu.


Dalam pengisiannya dibutuhkan elemen l dari j dimana jika kondisi j tidak samadengan y, maka proses akan berhenti, dan kemudian dilanjutkan menampilkan keseluruhan dari himpunan y.


• System.out.print("Y={");
for(j=1;j<=y;j++)
{
System.out.print(l[j]);
if(j!=y)
System.out.print(",");
}
System.out.print("}");

Menampilkan elemen y hasil dari penginputan, dalam satu rangkaian baris sesuai syarat perulangan yang telah ditentukan.
Dalam pengisiannya dibutuhkan elemen l dari j dimana jika kondisi j tidak samadengan y, maka proses akan berhenti, dan kemudian dilanjutkan menampilkan keseluruhan dari himpunan y ke layar.


• System.out.println("\n\n");
System.out.println("Relasi yang mungkin :");
for (i=1; i<=x;i++)
{
for (j=1; j<=y;j++)
{
System.out.println("{"+k[i]+" , "+l[j]+"}");
}
}


menampilkan relasi yang terjadi dari kedua himpunan x dan y. Relasi dari himpunan X ke himpunan Y adalah suatu himpunan bagian dari X x Y.

dimana elemen x didapat dari pengisian k pada i , serta elemen y dari pengisian l pada j. untuk keduanya ditampilkan sebagai relasi.

Dimana perulangan for pada i serta j dari elemen k dan l berlaku dalam pengisian dari setiap relasi yang akan di dapat.


• System.out.println("\n Sifat Simetris Relasi :");
for (j=1; j<=y;j++)
{
for (i=1; i<=x;i++)
{
System.out.println("{"+l[j]+" , "+k[i]+"}");
}
}
}


Menampilkan sifat simetris relasi. Dengan pengisiannnya berdasarkan perulangan for dari j dan i.

Sifat simetris relasi adalah jika (x,y) elemen X maka berlaku (y,x). (y,x) inilah yang disebut sebagai sifat simetris relasi.

l[j] berperan sebagai y, sedangkan k[i] sebagai x. 
Output program

PEMUDA dan Sosialisasi

* Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya.


* Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.

Pemuda era Reformasi
Peran pemuda di era reformasi semestinya optimal di semua bidang kehidupan masyarakat karena wadah mereka berhimpun baik di Ormas maupun partai politik di era Orde Baru selalu mendengungkan visi dan misi mengembangkan demkrasi, namun keika Orde Baru tumbang kalangan pemuda justru terjebak pragmatisme politik sesaat.

Namun peran pemuda di era reformasi justru terjebak pada pragmatisme kepentingan politik. Orentasi memperebutkan jabatan-jabatan politik begitu kuat, dibanding kepeloporan di bidang ekonomi, hukum dan budaya. Begitu juga penanaman nilai-nilai demokrasi dan akuntabilitas publik belum tampak dilakukan pemuda.

Di sisi lain, faktor kepemimpinan di kalangan pemuda juga berpengaruh atas posisi kegamangan itu. Jaringan kepemimpinan yang mereka hadapi mengakar ke atas, tetapi untuk kepentigan politik. Akibatnya, akan sulit memunculkan nasionalisme baru.

Kalangan pemuda masih berwacana mengenai wacana-wacana praktis dan kepentingan pragmatis sesaat. Orentasinya belum diarahkan untuk kepentingan jangka panjang.


PERAN MEDIA MASSA
masa remaja yang merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
dimana ditandai beberapa ciri:
* keinginan memenhi dan menyatakaan identitas diri.
* melepas diri dari ketergantungan orang tua
* memperoleh akseptabilitas di tengan sesama remaja.
Dengan ciri-ciri ini, remaja cenderung melahap begitu saja arus informasi yang sesuai dengan keinginan mereka.

upaya penangkalan:
* Pentingnya membekali remaja dengan keterampilan yang mencakup kemampuan menemukan, memilih, menggunakan dan mengevaluais informasi.
* Selain itu, diperlukan melakukan intervensi ke dalam lingkungan informasi mereka secara interpersonal.
* pemecahan lainnya adalah dengan bimbingan orangtua dalam menngkonsumsi media massa
* sedangkan media massa harus tetap konsisten dengan kode etik dan tanggung jawab sosial yang di embannya.

KROR (Kecenderungan Relasi Orang tua dan Remaja)

Hubungan KROR yang positif dapat menjadi faktor pendukung hubungan orangtua dan anak yang edukatif pula.Perubahan sosial dapat menjadi penghambat dalam mengembangkan KROR yang positif karena harus menghadapi KROR negatif yang terus berkembang.
Sedangkan KROR negatif, merupakan faktor yang tidak mendukung karena bersifat destruktif dan konfrontatif.

Remaja memiliki penialaian yang belum mendalam terhadap norma, etika dan agaam seperti halnya orang dewasa.

Terdapat 2 asumsi permasalahan pemuda:
1. Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan suatu kontinum yang sambung menyambung.
Dinamika muda tidak lebih dari usaha menyesuaikan diri dengan pola-pola kelakuan yang sudah tersedia, dan setiap bentuk kelakuan yang menyimpang akan dicap sebagai sesuatu yang tidak sewajarnya.
Usaha-usaha dalam menyalurkan bakat pemuda pun terkadang bersifat fragmentaris, karena bukan merupakan suatu aktivitas, melainkan penyaluran tenaga dan berlebihan dari para pemuda tersebut.

2.Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.
Posisi pemuda sering ditentukan dan diwakili oleh pemikiran dari para generasi tua.
pola pemikiran "yang muda, tak boleh bicara" memiliki andil dalam sosialisasi kehidupannya.
dimana berkembang anggapan bahawa pemuda belum memiliki andil dalam ikut mendukung proses kehidupan bermasyarakat melainkan sebagai objek pengenmabangan bukan sebagai subjek penerapan.

Pemuda sebagai suatu subyek hidup, tentulah mempunyai nilai-nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakkkan hidup bersama. hal ini hanya bisa terjadi apabila tingkah laku pemuda ditinjau sebagai interaksi terrhadap lingkungannnya.
penafsiran seperti ini yang disebut sebagai pendekatan eksoferis.

II PEMUDA dan IDENTITAS

Pemuda adalah suatu generasi yang terbebani bermacam-macam harapan dari generasi selainnya. hal ini dikarenakan pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang bermutu yang akan melanjutkan perjuangan generasi selanjutnya.
berbagai potensi positif yang dimiliki generasi muda ini harus digarap dalam pembinaan dan pengembangannya.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kereativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.

Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.Ada beberapa hal yang perlu kiya ketahui dalam sosialisasi,antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.

a) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau memgikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan,melainkan melalui proses sosialisasi.

b) Media Sosialisasi
o Orang tua dan keluarga
o Sekolah
o Masyarakat
o Teman bermain
o Media Massa.

c) Tujuan Pokok Sosialisasi
o Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
o Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
o Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
o Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangan menentukan kemampuan diri pemuda dalam menselaraskan diri ditengah-tengah kehidupan masyarakatnya.
Oleh karena itu pada tahap pengembangannya, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi dalam masyarakat.
seorang pemuda harus mampu menseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehinggga mampu mengendalikan diri dalam hidup bermasyarakat secara baik dan tidak melanggar norma-norma sosial.

Beberapa Permasalahan Dan Tantangan
Perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidsng ekonomi, social, budaya, politik dan pertahanan keamanan, telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar.
Pengaruh itu drasakan pula oleh generasi muda atau pemuda sebagai masalah langsung menyangkut kepentingannya di masa kini dan tantangan yang dihadapinya di masa yang akan dating. Secara garis besar, permasalahan generasi muda itu dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yang meliputi :
a. Aspek Sosiologi Psikhologi
b. Aspek Sosial Budaya
c. Aspek Sosial Ekonomi
d. Aspek Sosial Politik

Aktualisasi Peran Pemuda

PEMUDA sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat. Mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Tapi, jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait dengan konsepsi nilai-nilai. Sejarawan Taufik Abdullah (1995) memandang pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal itu disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, melainkan lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural. 'Pemuda harapan bangsa', 'pemuda pemilik masa depan bangsa,' dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata 'pemuda'. Pernyataan menarik tersebut, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Itu disebabkan berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Itu dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri.

Sumber :
* Ilmu Sosial Dasar - Foxit Reader
* http://www.homeartikel.co.cc/2009/06/pemuda-dan-sosialisasi-serta-peranannya.html
* http://www.kapanlagi.com/h/0000116387.html
* http://utankayu.blogspot.com/2007/02/merenungi-peran-pemuda.html
* http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/28/102454/68/11/Aktualisasi-Peran-Pemuda




INTERAKSI SOSIAL

KONSEP INDIVIDU, KELUARGA dan MASYARAKAT


I INDIVIDU

Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu.

Dalam bertingkah laku menurut pola pribadi suatu individu , terdapat tiga macam kemungkinan:

1. Menyimpang dari norma kolektif ,

dalam hal ini suatu individu melakukan penyimpangan dari norma yang ada dapat dikarenakan oleh faktor lingkungan yang mempengaruhinya. bagaimana individu tersebut bertingkah laku dan berinteraksi dengan individu lainnya, dan bagaimana seseorang menyikapi lingkungannya. Penyimpangan bersifat negatif, dikarenakan dapat merugikan orang lain, serta menimbulkan perpecahan. Sebagai individu yang baik dan berakhlak, tentunya kita harus megikuti norma-norma yang ada.

2. Kehilangan individualitas
3. Mempengaruhi masyarakat
seorang individu mempengaruhi masyarakat baik dengan pola pikirnya maupun tingkah lakunya.


dalam pertumbuhan, individu terdapat 3 konsep pertumbuhan yakni:

* Aliran asosiasi : pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi

terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan senssation maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan reflexions

* Aliran psikologi gestalt : pertumbuhan adalah proses diferensiasi

proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.

*Aliran sosiologi : pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan social kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dibagi kedalam tiga golongan :

1) Pendirian navistik
Pertumbuhan individu yang ditentukan oleh factor yang dibawa sejak lahir.

2) Pendirian empiristik dan environmentalistik
Pertumbuhan individu tergantung pada lingkungan


II KELUARGA

* Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.

Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.

Sebuah keluarga secara universal terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian individu. Bagaimana individu berinteraksi dengan anggota keluarganya, dan bagaimana antar individu dalam keluarga tersebut menerapkan dan menjaga norma-norma dalam lingkup kecil, yakni di dalam lingkungan keluarga itu sendiri.

salah satu bentuknya adalah pola asuh dan pendidikan anak, sebagaimana kita tahu bahwa inilah salah satu peran keluarga dalam mentransmisikan atas nilai dan norma yang di pegang oleh masyarakat untuk diperkenalkan kepada anggota keluarga yang baru.

Menurut Soewaryo Wangsanegara

1) Pembentukan kepribadian
2) Alat reproduksi
3) Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
4) Lembaga perkumpulan perekonomian
5) Pusat pengasuhan dan pendidikan

Peristiwa terputusnya sistem keluarga, menurut William J, Goode (1983) :

1) Ketidaksahan, unit keluarga yang tidak lengkap
2) Pembatalan, perpisahan, perceraian, dan meninggalkan
3) Keluarga selaput kosong
4) Ketiadaan salah satu pasangan karena hal yang tidak diinginkan
5) Kegagalan peran penting yang tidak diinginkan

III MASYARAKAT

R. Linton, seorang ahli antropologi mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas – batas tertentu.

Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.

Interaksi Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Seorang individu barulah individu apabila pola prilakunya yang khas dirinya diproyeksikan pada suatu lingkungan social yang disebut masyarakat.

Gambaran mengenai relasi individu dengan lingkungan sosialnya:

a) relasi individu dengan dirinya
b) relasi individu dengan keluarga
c) relasi individu denganlembaga
d) relasi individu dengan komunitas
e) relasi individu dengan masyarakat
f) relasi individu dengan nasional

Hubungan antara masyarakat dan individu dapat digambarkan sebagai kutub positif dan kutup negatif pada aliran listrik. Jika dua kutub itu dihubungkan listrik ia akan mampu memberi kekuatan baginya dan menimbulkan suasana yang cerah. Jika individu dan masyarakat dipersatukan maka kehidupan individu dan masyarakat akan lebih bergairah dan suasana kehidupan individu dan kehidupan masyarakat akan lebih bermakna dan hidup serta bergairrah.